KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya melalui Unit Cendekia Kampus yang berlokasi di Kendari, menyelenggarakan serangkaian kegiatan akademik bergengsi pada Senin, 7 April 2026. Dalam satu momentum yang sama, institusi pendidikan ini menghadirkan seminar, webinar, dan kuliah umum dengan mengundang para pembicara nasional terkemuka di bidangnya masing-masing. Inisiatif ini merupakan komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas wawasan akademik mahasiswa menghadapi tantangan era digital.
Tiga kegiatan yang diselenggarakan secara bersamaan ini mencerminkan dedikasi Universitas Mandala Waluya dalam menciptakan ekosistem akademik yang dinamis dan inklusif. Dengan menggabungkan format tatap muka langsung, partisipasi daring, dan diskusi terbuka, kampus ini memastikan bahwa setiap mahasiswa, tanpa memandang lokasi geografis, memiliki akses yang setara terhadap pengetahuan berkualitas tinggi.
Latar Belakang dan Motivasi Pelaksanaan
Pertumbuhan jumlah mahasiswa Universitas Mandala Waluya selama tiga tahun terakhir mencapai 35 persen, menciptakan tantangan baru dalam hal diversifikasi program pengembangan akademik. Unit Cendekia Kampus, sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan intra-kurikuler dan ekstra-kurikuler, merespons situasi ini dengan strategi komprehensif yang melibatkan kolaborasi dengan institusi mitra dan praktisi industri.
“Kami memahami bahwa pendidikan formal di ruang kelas saja tidaklah cukup untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompleksitas dunia kerja modern. Oleh karena itu, Unit Cendekia Kampus berkomitmen untuk terus menghadirkan platform pembelajaran alternatif yang tidak hanya berisi materi akademik, tetapi juga wawasan praktis dari para profesional berpengalaman,” ujar Dr. Bambang Sutrisno, Direktur Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers awal bulan April 2026.
Keputusan untuk mengintegrasikan tiga format pembelajaran dalam satu momentum juga berdasarkan analisis kebutuhan mahasiswa yang dilakukan selama enam bulan sebelumnya. Data menunjukkan bahwa 78 persen mahasiswa menginginkan lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan praktisi industri, sementara 82 persen mengharapkan fleksibilitas partisipasi melalui platform digital.
Seminar: Fokus pada Inovasi Teknologi dan Entrepreneurship
Kegiatan seminar yang diselenggarakan mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA mengambil tema “Transformasi Digital dalam Ekosistem Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia.” Seminar ini merupakan kolaborasi antara Universitas Mandala Waluya dengan Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) dan didukung oleh beberapa perusahaan teknologi terkemuka.
Pembicara utama seminar ini adalah Ir. Surya Wijaya, M.B.A., seorang entrepreneur sukses yang telah membangun enam startup teknologi dengan valuasi gabungan mencapai 150 juta dolar Amerika. Selain itu, hadir pula Dr. Rina Kusuma, Ph.D., seorang pakar ekonomi digital dari Universitas Indonesia yang telah mempublikasikan lebih dari 40 jurnal internasional terkait transformasi bisnis di era digital.
Dalam kesempatan ini, Surya Wijaya akan berbagi pengalamannya dalam membangun ekosistem startup yang berkelanjutan, termasuk strategi akuisisi investor, manajemen risiko, dan skalabilitas bisnis. Sementara itu, Dr. Rina Kusuma akan mempresentasikan hasil penelitian terbaru mengenai tren pasar digital di Asia Tenggara dan peluang pertumbuhan UMKM Indonesia dalam 5 tahun ke depan.
“Saya sangat antusias untuk berbagi dengan generasi muda Kendari tentang bagaimana teknologi dapat memberdayakan bisnis lokal. Universitas Mandala Waluya telah memberikan platform yang sangat tepat untuk dialog ini,” ungkap Surya Wijaya dalam preview acara yang dilakukan melalui panggilan video conference pekan sebelumnya.
Peserta seminar tidak hanya mahasiswa Universitas Mandala Waluya, tetapi juga dibuka untuk umum, termasuk pemilik UMKM, praktisi bisnis, dan pelajar tingkat menengah atas yang berminat. Antusiasme awal terbukti dari tingginya pendaftaran yang mencapai 450 peserta dalam dua minggu pertama registrasi.
Webinar: Platform Daring untuk Jangkauan Maksimal
Mengikuti seminar, Unit Cendekia Kampus menggelar webinar dengan tajuk “Soft Skills untuk Milenial: Membangun Karir di Era Disruption.” Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30 WITA ini dirancang khusus untuk mahasiswa dengan fokus pada pengembangan keterampilan non-teknis yang semakin diakui industri sebagai kritis.
Webinar ini memanfaatkan platform Zoom dan juga ditayangkan langsung di akun Instagram resmi Universitas Mandala Waluya (@umw.kendari) untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Pembicara webinar adalah Citra Megawati, S.Psi., M.A., seorang konsultan sumber daya manusia dan talent development yang telah bekerja dengan lebih dari 100 perusahaan multinasional dan lokal di Indonesia.
Citra Megawati akan membahas lima soft skills yang paling dicari oleh industri saat ini: komunikasi efektif, kepemimpinan adaptif, kerja tim kolaboratif, kreativitas problem-solving, dan emotional intelligence. Setiap topik akan dipaparkan dengan studi kasus nyata, simulasi interaktif, dan sesi tanya jawab langsung dengan peserta.
“Dalam dekade ini, hard skills mungkin membuat Anda lolos seleksi administrasi, tetapi soft skills yang akan membuat Anda berhasil dalam karir jangka panjang. Saya senang Universitas Mandala Waluya memberikan perhatian serius pada pengembangan holistik mahasiswanya,” papar Citra Megawati dalam email keterangan yang dikirimkan kepada penyelenggara.
Hingga dua hari sebelum acara, webinar ini telah mencatat lebih dari 1.200 registrasi dari berbagai universitas dan wilayah di Indonesia, mencerminkan daya tarik topik yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Kuliah Umum: Dialog Intelektual dan Inspiratif
Puncak dari trilogi akademik ini adalah kuliah umum yang dimulai pukul 16.00 WITA dengan tema “Membangun Indonesia yang Berkelanjutan: Peran Generasi Muda dalam Pembangunan.” Acara ini akan menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Fuadi Purnomo, seorang akademisi terkemuka yang pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional.
Prof. Purnomo, yang saat ini adalah guru besar di Universitas Gadjah Mada dengan fokus penelitian pada pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, akan menyampaikan visi Indonesia menuju carbon neutrality pada 2050 dan peran strategis yang dapat dimainkan oleh generasi muda dalam mencapai target tersebut.
“Universitas memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara teknis, tetapi juga yang memiliki kesadaran sosial dan lingkungan yang tinggi. Kuliah umum ini dirancang untuk menginspirasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya agar menjadi agent of change dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Purnomo dalam keterangan tertulis.
Kuliah umum akan berlangsung di Aula Utama Unit Cendekia Kampus dengan kapasitas 800 kursi, yang semuanya telah tereservasi dua minggu sebelumnya. Untuk mengakomodasi permintaan yang melampaui kapasitas, universitas juga menyediakan three auditoriums tambahan dengan sistem live streaming berteknologi tinggi.
Dukungan Infrastruktur dan Teknologi
Kesuksesan penyelenggaraan trilogi akademik ini didukung oleh investasi signifikan dari Universitas Mandala Waluya dalam infrastruktur teknologi. Unit Cendekia Kampus baru-baru ini melakukan upgrade sistem audio-visual, meningkatkan kapasitas jaringan internet, dan mengintegrasikan platform manajemen acara digital yang canggih.
“Kami ingin memastikan bahwa baik peserta yang hadir secara fisik maupun yang mengikuti secara daring mendapatkan pengalaman belajar yang setara berkualitasnya. Investasi ini adalah prioritas kami dalam mewujudkan universitas yang tidak hanya inklusif tetapi juga inovatif dalam pendekatan pembelajaran,” jelas Dr. Bambang Sutrisno lebih lanjut.
Panitia penyelenggaraan juga mengurus sertifikat resmi untuk semua peserta yang menyelesaikan seluruh kegiatan. Sertifikat ini akan dikirimkan melalui sistem digital dalam waktu dua minggu pasca-acara dan dapat digunakan untuk melengkapi portfolio profesional peserta.
Dampak dan Harapan Jangka Panjang
Program trilogi akademik ini diharapkan menjadi sesuatu yang berkelanjutan. Berdasarkan feedback dari kegiatan serupa tahun-tahun sebelumnya, Universitas Mandala Waluya merencanakan untuk menjalankan program semacam ini minimal dua kali per semester, dengan topik yang disesuaikan dengan perkembangan industri dan kebutuhan akademik terkini.
Kepala Program Studi Manajemen, Prof. Dr. Nugroho Santoso, mengungkapkan optimismenya terhadap impact program ini. “Kami telah melihat bahwa mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan seminar dan kuliah umum cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik dan lebih mudah menemukan pekerjaan setelah lulus. Program ini adalah investasi nyata dalam kesuksesan mahasiswa kami,” katanya.
Selain dampak akademik langsung, trilogi ini juga diharapkan memperkuat positioning Universitas Mandala Waluya sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan industri dan pasar tenaga kerja. Dalam era kompetisi global, universitas harus terus berinovasi dalam menciptakan value proposition yang jelas bagi stakeholder, baik mahasiswa, orang tua, maupun calon pemberi kerja.
Penutup
Penyelenggaraan seminar, webinar, dan kuliah umum oleh Universitas Mandala Waluya pada 7 April 2026 menandai komitmen institusi terhadap excellence dalam pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi dengan para ahli dan praktisi industri terkemuka, universitas ini membuktikan bahwa pembelajaran berkualitas tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan dunia nyata.
Bagi mahasiswa Universitas Mandala Waluya, momentum ini adalah kesempatan emas untuk memperluas jaringan profesional, mendapatkan insights terbaru dari industri, dan menginspirasi diri untuk berkontribusi lebih besar bagi pembangunan Indonesia. Dengan terus menggelar kegiatan akademik yang inovatif dan berkualitas, Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan bahwa institusi pendidikan di Kendari mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka di tingkat nasional dan regional.
(Sumber: Wawancara dengan pihak Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya, data registrasi peserta, dan keterangan resmi pembicara, April 2026)