KENDARI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unit Cendekia Universitas Mandala Waluya resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Kampus Bergerak” pada Jumat, 19 April 2026. Inisiatif komprehensif ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik, sosial, dan kewirausahaan di lingkungan kampus yang tersebar di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Program yang telah ditunggu-tunggu oleh lebih dari 3.500 mahasiswa Unit Cendekia ini menandai babak baru dalam ekosistem organisasi mahasiswa kampus. Dengan tema utama “Mahasiswa Aktif, Kampus Maju, Kendari Berkembang,” inisiatif ini mencerminkan komitmen BEM dalam memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang konstruktif dan inovatif.
Latar Belakang Peluncuran Program
Peluncuran “Kampus Bergerak” tidak lepas dari evaluasi mendalam yang dilakukan oleh BEM selama masa transisi kepemimpinan. Menurut catatan internal organisasi, tingkat keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas ekstrakurikuler di Unit Cendekia pada tahun akademik 2024–2025 mencapai 42 persen, angka yang dianggap masih belum optimal untuk sebuah institusi pendidikan tinggi dengan standar kualitas internasional.
“Kami menemukan bahwa banyak mahasiswa, terutama dari angkatan baru, belum sepenuhnya terhubung dengan ekosistem organisasi kampus kami. Mereka antara lain merasa kurang teredukasi tentang pilihan kegiatan yang tersedia, atau merasa bahwa partisipasi mereka tidak akan memberikan dampak nyata,” ujar Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Unit Cendekia 2026, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan redaksi pada Rabu, 17 April 2026.
Berdasarkan survei cepat yang melibatkan 450 responden mahasiswa, BEM menemukan bahwa hambatan utama keterlibatan mahasiswa mencakup tiga aspek krusial: pertama, kurangnya komunikasi strategis tentang program-program mahasiswa; kedua, terbatasnya peluang bagi mahasiswa dengan latar belakang dan minat yang beragam; dan ketiga, absennya sistem penghargaan terstruktur yang mengakui kontribusi mahasiswa.
Komponen Utama Program “Kampus Bergerak”
Program “Kampus Bergerak” yang diluncurkan pada pertemuan pleno BEM dan organisasi mahasiswa Unit Cendekia itu dirancang dalam lima pilar utama yang saling terintegrasi. Pertama adalah “Mobilisasi Akademik,” yang fokus pada pengorganisasian kegiatan diskusi ilmiah, seminar, dan workshop yang relevan dengan kebutuhan industri lokal Kendari.
Pilar kedua, “Gerakan Sosial Berkelanjutan,” menargetkan keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek pemberdayaan masyarakat di sekitar kampus. Program ini melibatkan kolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Kendari dan beberapa organisasi non-pemerintah lokal. Ketiga adalah “Entrepreneurship Hub,” yang menyediakan inkubasi bisnis bagi mahasiswa yang memiliki ide bisnis atau startup. Unit ini akan dilengkapi dengan akses ke mentor profesional dari sektor swasta dan investasi awal untuk pengembangan konsep bisnis.
Pilar keempat, “Kampus Hijau dan Berkelanjutan,” merupakan komitmen BEM terhadap pelestarian lingkungan melalui program penghijauan, pengelolaan sampah, dan edukasi keberlanjutan di lingkungan Unit Cendekia. Pilar terakhir adalah “Platform Inovasi Mahasiswa,” sebuah ekosistem digital yang menghubungkan mahasiswa dengan mentor, peluang magang, dan jejak alumni sukses.
Desain program ini juga mencakup sistem “Membership Dinamis,” di mana mahasiswa dapat mengikuti berbagai kegiatan tanpa terikat secara eksklusif pada satu organisasi saja. “Kami menyadari bahwa mahasiswa modern menginginkan fleksibilitas. Sistem lama yang mengharuskan mahasiswa memilih satu organisasi saja tidak lagi relevan. Dengan sistem baru ini, seorang mahasiswa bisa aktif di komite akademik, terlibat dalam proyek sosial, dan sekaligus mengembangkan startup-nya,” jelas Rizki Pratama.
Respons Pejabat Kampus
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Suryanto, M.Sc., memberikan sambutan positif terhadap inisiatif BEM ini. Dalam pidato resmi peluncuran program pada hari Jumat sore, Prof. Bambang menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun reputasi akademik kampus.
“Program ‘Kampus Bergerak’ ini sejalan dengan visi strategis Universitas Mandala Waluya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial, keterampilan kepemimpinan, dan semangat berinovasi. Saya percaya bahwa dengan program ini, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja modern yang semakin kompleks,” kata Prof. Bambang dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 15 menit.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Hendra Wijaya, S.E., M.B.A., menambahkan bahwa kampus akan memberikan dukungan infrastruktur dan pendanaan yang memadai untuk program ini. “Tim Kemahasiswaan kami telah mengalokasikan dana khusus sebesar 200 juta rupiah untuk tahun pertama implementasi ‘Kampus Bergerak.’ Ini bukan sekadar dukungan retoris, tetapi komitmen nyata dari universitas terhadap ekosistem mahasiswa yang lebih dinamis dan inklusif,” terang Dr. Hendra dalam kesempatan yang sama.
Kepala Unit Cendekia Kampus, Ir. Siti Nurhaliza, M.T., juga memberikan apresiasi atas inisiatif BEM. “Unit Cendekia memiliki potensi yang luar biasa dengan mahasiswa yang multikultural dan beragam latar belakang. Program ini adalah mekanisme yang tepat untuk mengarahkan potensi tersebut ke arah yang produktif dan berdampak sosial positif,” ujar Ir. Siti dalam diskusi informal setelah acara peluncuran.
Strategi Implementasi dan Timeline
BEM telah merancang strategi implementasi “Kampus Bergerak” yang bertahap dan terukur. Fase pertama, yang berlangsung dari April hingga Juni 2026, adalah fase sosialisasi intensif kepada seluruh mahasiswa melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial, diskusi langsung, dan pameran interaktif di area kampus.
Fase kedua, mulai Juli 2026, akan menjadi babak pelaksanaan penuh semua pilar program. Pada tahap ini, BEM akan membentuk tim khusus untuk setiap pilar yang terdiri dari mahasiswa berkompeten dan didampingi oleh dosen advisor. “Kami merekrut sekitar 80 mahasiswa untuk menjadi ‘Champion Program’ yang akan menjadi titik kontak pertama bagi mahasiswa lain yang ingin terlibat dalam ‘Kampus Bergerak,'” jelas Muhammad Rizki.
Timeline juga mencakup evaluasi berkala setiap tiga bulan untuk memastikan program berjalan sesuai target. Target kuantitatif yang ditetapkan adalah peningkatan keterlibatan mahasiswa menjadi minimal 70 persen pada akhir tahun akademik 2026–2027, dengan diversifikasi partisipasi yang lebih merata di seluruh program.
Dampak yang Diharapkan
Dampak jangka pendek dari program “Kampus Bergerak” diharapkan mencakup peningkatan signifikan dalam partisipasi mahasiswa, penguatan sense of community di Unit Cendekia, dan penciptaan output nyata berupa produk akademik, sosial, dan bisnis yang bermanfaat. Beberapa akademisi dan mahasiswa senior yang diwawancarai mengekspresikan optimisme terhadap program ini.
“Saya pikir ini adalah langkah yang sangat diperlukan. Saya sudah tiga tahun kuliah di sini, dan saya merasa ada gap antara kehidupan akademik dan kehidupan ekstrakurikuler. Program ini sepertinya akan menjembatani gap tersebut,” kata Putri Andewi, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Administrasi Bisnis Unit Cendekia.
Sementara itu, dampak jangka menengah hingga panjang diproyeksikan akan menciptakan ekosistem mahasiswa yang lebih matang, berkontribusi pada peningkatan kualitas lulusan, dan pada gilirannya meningkatkan reputasi Universitas Mandala Waluya di tingkat regional dan nasional.
Kolaborasi dengan Organisasi Eksternal
Salah satu aspek inovatif dari “Kampus Bergerak” adalah integrasi dengan berbagai organisasi eksternal. BEM telah menjalin kerjasama dengan lebih dari 15 mitra strategis, termasuk dinas pemerintah kota Kendari, industri lokal, organisasi non-pemerintah, dan institusi pendidikan lainnya di Sulawesi Tenggara.
“Kolaborasi ini bukan sekadar formalitas. Kami memastikan bahwa setiap kerjasama menghasilkan nilai tambah nyata bagi mahasiswa. Misalnya, dalam pilar Entrepreneurship Hub, kami sudah mendapat komitmen dari tiga perusahaan lokal untuk menyediakan mentoring dan akses pasar,” terang Muhammad Rizki dengan antusiasme.
Tantangan dan Strategi Mitigasi
Meski program ini dirancang dengan matang, BEM juga mengakui adanya beberapa tantangan potensial. Salah satu tantangan utama adalah keberlanjutan program setelah periode awal dan pergantian kepemimpinan organisasi di masa depan. Untuk mengatasi ini, BEM telah mendokumentasikan seluruh proses dan standar operasional prosedur (SOP) dalam bentuk handbook komprehensif yang akan menjadi panduan bagi generasi pemimpin mahasiswa selanjutnya.
Tantangan lain adalah memastikan bahwa program ini benar-benar inklusif dan tidak menciptakan eksklusivitas baru. “Kami secara khusus menyediakan program akselerator untuk mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu, mahasiswa dengan kebutuhan khusus, dan mahasiswa dari komunitas minoritas. Kami ingin memastikan bahwa ‘Kampus Bergerak’ adalah gerakan semua mahasiswa, bukan hanya mahasiswa tertentu,” papar Muhammad Rizki.
Penutup
Peluncuran program “Kampus Bergerak” oleh BEM Unit Cendekia Universitas Mandala Waluya pada 19 April 2026 menandai momen penting dalam sejarah perkembangan ekosistem mahasiswa di institusi ini. Program yang komprehensif, terukur, dan berorientasi pada dampak sosial positif ini merefleksikan komitmen BEM untuk memberdayakan mahasiswa sebagai agen perubahan.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, kesiapan infrastruktur dan pendanaan, serta antusiasme mahasiswa yang terlihat dari tingginya respons terhadap fase sosialisasi awal, terdapat alasan yang kuat untuk optimis bahwa “Kampus Bergerak” akan mencapai target-targetnya dan melampaui ekspektasi.
Ke depannya, program ini diharapkan tidak hanya menjadi model sukses di Unit Cendekia, tetapi juga dapat diadopsi dan diadaptasi oleh unit-unit akademik lain dalam Universitas Mandala Waluya, sehingga menciptakan gerakan mahasiswa yang kohesif dan berdampak di seluruh institusi.
Seperti yang dikatakan Muhammad Rizki dalam penutup pidatonya pada acara peluncuran, “Kampus Bergerak bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang kita bersama mahasiswa untuk membangun Kendari yang lebih baik melalui kontribusi nyata dari generasi muda universitas.”
—
Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan pengurus BEM Unit Cendekia, pimpinan universitas, dan mahasiswa di Universitas Mandala Waluya, Kendari pada periode 17–19 April 2026.