Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Cendekia Kampus, menyelenggarakan acara Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada hari Senin, 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern, sekaligus menampilkan pertunjukan seni budaya lokal yang memperkaya nilai-nilai kearifan nusantara di kalangan mahasiswa.
Festival yang diadakan di lapangan dan gedung olahraga Unit Cendekia Kampus ini melibatkan seluruh organisasi mahasiswa, klub olahraga, dan komunitas seni yang ada di kampus. Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 800 mahasiswa dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Pendidikan, hingga Fakultas Ilmu Kesehatan.
Latar Belakang Penyelenggaraan
Menurut keterangan resmi dari panitia penyelenggara, Festival Olahraga dan Seni Budaya ini dirancang sebagai bagian dari program pengembangan karakter dan soft skills mahasiswa Universitas Mandala Waluya. Dalam era digital yang serba cepat ini, kampus menyadari pentingnya memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di luar kegiatan akademik.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas,” ujar Dr. Hendra Kusuma, Dekan Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya, dalam sambutannya di pembukaan festival. “Kegiatan olahraga dan seni budaya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, dan apresiasi terhadap budaya lokal.”
Unit Cendekia Kampus, yang merupakan bagian integral dari Universitas Mandala Waluya sejak didirikan 15 tahun lalu, telah menjadi incubator bagi berbagai program pengembangan mahasiswa. Lokasi kampus yang strategis di Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, memberikan keuntungan tersendiri dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam berbagai kegiatan mahasiswa.
Rangkaian Kegiatan Olahraga
Cabang olahraga yang diperlombakan dalam festival kali ini cukup variatif. Dimulai dari olahraga tradisional seperti pencak silat, bola voli, sepak takraw, dan badminton, hingga olahraga modern seperti futsal, basket 3-on-3, dan tenis meja. Setiap cabang olahraga diikuti oleh tim-tim dari berbagai jurusan yang telah melakukan persiapan matang selama berbulan-bulan sebelumnya.
“Tahun ini kami menambahkan kategori olahraga ekstrem seperti rock climbing dan parkour untuk menarik minat mahasiswa yang lebih muda dan memberikan pengalaman yang berbeda,” jelas Muhammad Rizki Pratama, Ketua Panitia Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026, dalam sesi wawancara dengan media kampus.
Penyelenggaraan berbagai cabang olahraga ini juga dimanfaatkan sebagai ajang seleksi atlet untuk mewakili universitas dalam kompetisi tingkat regional dan nasional. Universitas Mandala Waluya telah memiliki prestasi yang cukup membanggakan dalam berbagai kejuaraan olahraga mahasiswa tingkat nasional, terutama dalam cabang bola voli putri dan futsal putra.
Dalam cabang voli putri, tim Universitas Mandala Waluya beberapa tahun terakhir konsisten masuk dalam kategori 8 besar di Kejuaraan Voli Mahasiswa Nasional. Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan olahraga mereka melalui berbagai kegiatan di kampus.
Penampilan Seni dan Budaya
Tidak kalah meriah dengan acara olahraga, rangkaian pertunjukan seni dan budaya juga menjadi daya tarik utama festival. Panggung utama yang dipersiapkan khusus menampilkan berbagai pertunjukan mulai dari tari tradisional Sulawesi Tenggara, musik angklung dari Jawa Barat, hingga hip-hop dan modern dance yang menampilkan kreativitas anak muda kontemporer.
“Pertunjukan seni budaya kami tidak hanya menampilkan warisan budaya lokal, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana generasi muda dapat melestarikan dan mengintegrasikan budaya tersebut dalam konteks modern,” ujar Dr. Siti Nurhaliza, Koordinator Program Pengembangan Seni dan Budaya Mahasiswa Unit Cendekia Kampus.
Salah satu pertunjukan yang paling ditunggu adalah penampilan dari grup musik tradisional “Maluku Bersuara” yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Seni dan Desain. Grup ini telah beberapa kali tampil di berbagai festival budaya tingkat nasional dan internasional, mewakili keragaman seni musik dari kepulauan Nusantara.
Selain itu, ada pula kompetisi seni rupa dengan kategori lukis, patung, dan instalasi seni. Lebih dari 150 karya seni diikutsertakan dalam kompetisi ini, menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam mengekspresikan kreativitas mereka melalui medium seni visual.
“Seni adalah bahasa universal yang bisa menghubungkan kita dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Mandala Waluya tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya,” tambah Dr. Siti.
Partisipasi Organisasi Mahasiswa
Keberhasilan festival ini juga tidak lepas dari peran aktif berbagai organisasi mahasiswa yang ada di Unit Cendekia Kampus. Dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa, hingga lebih dari 30 klub dan komunitas mahasiswa, semuanya turut berkontribusi dalam persiapan dan pelaksanaan acara.
“Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa bukan hanya wadah untuk mengembangkan kepemimpinan, tetapi juga tempat untuk mewujudkan visi bersama dalam memberikan pengalaman bermakna bagi seluruh mahasiswa,” ucap Khadijah Rahmadani, Ketua BEM Unit Cendekia Kampus periode 2025-2026.
Khadijah, yang merupakan mahasiswi semester enam dari Fakultas Hukum, juga menekankan bahwa festival ini adalah hasil dari koordinasi yang intens antara berbagai pihak, termasuk dosen pembimbing organisasi, pihak rektorat, dan tentu saja para mahasiswa itu sendiri.
Dampak bagi Pengembangan Mahasiswa
Dr. Hendra Kusuma, dalam keskesatan lanjut, menerangkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti festival olahraga dan seni budaya memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa. “Ketika mahasiswa terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan tingkat kompetisi dan kolaborasi yang tinggi, mereka secara tidak langsung belajar mengenai manajemen waktu, kepemimpinan, komunikasi efektif, dan resolusi konflik,” jelasnya.
Data dari bagian kemahasiswaan Unit Cendekia Kampus menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,2, lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak aktif dengan IPK rata-rata 2,8. Selain itu, tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa aktif mencapai 87%, jauh lebih tinggi dari yang tidak aktif yang hanya mencapai 72%.
“Angka-angka ini membuktikan bahwa keseimbangan antara akademik dan kegiatan ekstrakurikuler justru meningkatkan performa keseluruhan mahasiswa,” ujar Prof. Dr. Bambang Sujatmiko, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mandala Waluya.
Testimoni dari Peserta
Dari wawancara langsung dengan para peserta festival, terlihat antusiasme yang tinggi terhadap acara ini. Arya Dwiputra, mahasiswa semester empat dari Fakultas Teknik, yang berhasil memenangkan kompetisi futsal bersama timnya, mengungkapkan rasa bangganya.
“Kami telah berlatih selama tiga bulan untuk festival ini. Bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi lebih kepada proses pembelajaran bersama tim. Kami belajar bagaimana mengoordinasikan strategi, mendukung satu sama lain, dan tentu saja, menerima kemenangan dan kekalahan dengan sportif,” cerita Arya dengan semangat.
Sementara itu, Anisya Widiastuti, mahasiswi semester lima dari Fakultas Seni dan Desain yang menampilkan karya instalasi seni tentang tema perubahan iklim, juga menceritakan pengalamannya.
“Melalui festival ini, saya merasa pekerjaan seni saya tidak hanya dilihat sebagai sesuatu yang indah, tetapi juga memiliki pesan yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat. Saya berharap karya-karya seni dari mahasiswa Universitas Mandala Waluya dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kendari dan sekitarnya,” ucap Anisya.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diselenggarakan oleh Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya pada 15 April 2026 ini merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Bukan hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, keterampilan sosial yang baik, dan apresiasi yang tinggi terhadap budaya lokal.
Ke depannya, universitas berencana untuk memperluas skala festival ini dan melibatkan komunitas lokal Kendari lebih luas. “Kami ingin festival olahraga dan seni budaya ini menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu, tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga oleh masyarakat umum Kendari,” tutup Dr. Hendra Kusuma.
Dengan semangat kolaborasi dan dedikasi yang tinggi dari semua pihak, festival ini diharapkan dapat terus menjadi platform yang bermanfaat bagi pengembangan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mencintai budaya Indonesia.