Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Cendekia Kampus yang berlokasi di Kendari, telah menorehkan prestasi gemilang dalam bidang pendidikan tinggi. Institusi ini berhasil meraih status akreditasi institusional dengan peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), pada pengumuman resmi yang dilakukan pada Jumat, 11 April 2026. Pencapaian ini menandai komitmen berkelanjutan dari Universitas Mandala Waluya dalam meningkatkan standar mutu akademik dan operasional.
Perolehan akreditasi A ini bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan hasil dari proses evaluasi mendalam selama lebih dari dua tahun. Tim assesor independen BAN-PT telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari aspek tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum dan pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Unit Cendekia Kampus, sebagai bagian integral dari Universitas Mandala Waluya, telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam seluruh dimensi tersebut.
Perjalanan Menuju Akreditasi A
Proses persiapan akreditasi institusional bagi Unit Cendekia Kampus dimulai sejak 2023, ketika manajemen kampus mulai melakukan evaluasi diri (self-assessment) secara menyeluruh. Saat itu, institusi masih mengantongi akreditasi B dari periode sebelumnya, yang membuktikan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan standar kualitas di berbagai lini.
“Kami memahami bahwa akreditasi bukan hanya sekedar sertifikat di tembok kantor. Akreditasi adalah refleksi nyata dari dedikasi seluruh sivitas akademika kami dalam memberikan pendidikan berkualitas kepada mahasiswa,” ujar Prof. Dr. Ir. Bambang Sutisna, M.Sc., Rektor Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara eksklusif pada Senin, 13 April 2026.
Menurut Prof. Bambang, perjalanan menuju akreditasi A melibatkan penataan ulang infrastruktur akademik, peningkatan kapasitas dosen, serta modernisasi fasilitas pembelajaran. “Kami tidak hanya mengejar angka-angka indikator akreditasi, tetapi benar-benar mentransformasi ekosistem akademik di Unit Cendekia Kampus agar lebih responsif terhadap kebutuhan zaman,” jelas Rektor yang telah memimpin institusi selama enam tahun terakhir.
Investasi Signifikan dalam Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia
Pencapaian akreditasi A tidak lepas dari investasi substansial yang dilakukan oleh Universitas Mandala Waluya. Sepanjang 2024-2025, institusi telah mengalokasikan dana sebesar Rp 47 miliar untuk peningkatan infrastruktur akademik di Unit Cendekia Kampus. Dana tersebut digunakan untuk renovasi perpustakaan modern, pembangunan laboratorium terintegrasi, dan peningkatan kapasitas pusat teknologi informasi.
“Laboratorium kami sekarang dilengkapi dengan peralatan kelas dunia yang memungkinkan mahasiswa melakukan penelitian dengan standar internasional,” kata Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Teknik Unit Cendekia Kampus, saat memberikan keterangan pers pada Rabu, 12 April 2026.
Selain infrastruktur fisik, Universitas Mandala Waluya juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Sejak 2023, institusi telah mengirim lebih dari 120 dosen untuk mengikuti program pendidikan lanjutan, baik program magister maupun doktor, di perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dan mancanegara. Hasilnya, jumlah dosen dengan gelar S3 meningkat dari 35 persen menjadi 62 persen dalam kurun waktu tiga tahun.
“Kami percaya bahwa kualitas pendidikan dimulai dari kualitas pendidik. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas dosen adalah prioritas utama dalam strategi peningkatan mutu kami,” tambah Prof. Bambang Sutisna.
Digitalisasi dan Inovasi Pembelajaran
Salah satu aspek yang mendapat pujian khusus dari tim assesor BAN-PT adalah upaya Unit Cendekia Kampus dalam mendigitalisasi proses pembelajaran dan manajemen akademik. Pada 2024, kampus meluncurkan Learning Management System (LMS) berbasis cloud yang terintegrasi dengan sistem informasi akademik.
Platform ini memungkinkan mahasiswa untuk mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja, sambil memberikan dosen fleksibilitas dalam merancang strategi pembelajaran yang inovatif. “Sistem kami juga mencatat learning analytics secara real-time, sehingga dosen dapat melakukan intervensi cepat jika ada mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar,” jelas Dr. Andi Wijaya, Kepala Pusat Inovasi Pembelajaran Unit Cendekia Kampus.
Lebih lanjut, kampus juga telah mengembangkan aplikasi mobile untuk memudahkan mahasiswa mengakses portal akademik. Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 8.000 kali oleh mahasiswa, orang tua, dan dosen. Adopsi teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menjadi salah satu indikator positif dalam evaluasi BAN-PT.
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2024, total publikasi ilmiah dosen di Unit Cendekia Kampus mencapai 287 artikel, naik 156 persen dibandingkan dengan 2022. Sebagian besar publikasi tersebut diterbitkan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks Scopus.
“Kami tidak hanya mengejar kuantitas publikasi, tetapi juga memastikan relevansi penelitian dengan kebutuhan lokal dan global. Banyak dari penelitian dosen kami yang langsung memberikan kontribusi pada pemecahan masalah sosial dan lingkungan di Sulawesi Tenggara,” ungkap Prof. Dr. Hasan Munawar, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, dan Pengabdian Masyarakat.
Sementara itu, pada dimensi pengabdian kepada masyarakat, Unit Cendekia Kampus telah menjalin kemitraan strategis dengan 34 lembaga pemerintah, organisasi masyarakat, dan dunia usaha. Melalui kemitraan ini, kampus telah melaksanakan 156 program pengabdian masyarakat yang menyentuh lebih dari 15.000 penerima manfaat di Kota Kendari dan sekitarnya.
Kesuksesan Lulusan di Pasar Kerja
Indikator lain yang positif adalah tingkat kepuasan pengguna lulusan (tracer study) Unit Cendekia Kampus yang mencapai 91 persen. Artinya, mayoritas institusi pengguna lulusan telah merasakan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami secara berkala melakukan komunikasi dengan industri dan organisasi pengguna lulusan untuk memahami gap antara kompetensi yang diharapkan dan yang kami ajarkan. Feedback ini kemudian kami gunakan untuk melakukan penyesuaian kurikulum,” kata Dr. Nur Hidayat, Direktur Unit Cendekia Kampus.
Data menunjukkan bahwa waktu tunggu lulusan Unit Cendekia Kampus untuk mendapatkan pekerjaan pertama rata-rata 4,2 bulan, di bawah rata-rata nasional yang mencapai 6-7 bulan. Sebagian besar lulusan bekerja di sektor keuangan, teknologi informasi, infrastruktur, dan manufaktur.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Pusat
Pencapaian akreditasi A juga tidak lepas dari dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sudirman Sulaiman, telah berkali-kali mengenyam kuliah tamu bersama dosen-dosen terkemuka dari Unit Cendekia Kampus untuk membahas isu-isu strategis pembangunan daerah.
“Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Cendekia Kampus, adalah aset berharga bagi Sulawesi Tenggara. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan institusi ini agar dapat berkontribusi maksimal dalam pengembangan sumber daya manusia dan penyelesaian masalah pembangunan daerah,” kata Walikota Kendari, Moh. Ikhsan Buton, dalam sebuah acara pembukaan fasilitas penelitian bersama pada Januari 2026.
Visi ke Depan: Menuju Akreditasi Internasional
Meski telah meraih akreditasi A, pimpinan Unit Cendekia Kampus tidak puas diri. Langkah berikutnya adalah meningkatkan daya saing internasional dengan menargetkan akreditasi program studi internasional dan akreditasi institusional dari lembaga internasional.
“Akreditasi A adalah pencapaian penting, tetapi bukan tujuan akhir. Kami ingin Unit Cendekia Kampus menjadi institusi pendidikan yang diakui secara internasional. Dalam lima tahun ke depan, kami menargetkan minimal tiga program studi mendapat akreditasi internasional dan masuk dalam ranking universitas dunia,” jelas Prof. Bambang Sutisna dengan penuh keyakinan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, kampus telah merencanakan beberapa inisiatif strategis, antara lain: (1) peningkatan kolaborasi internasional melalui student exchange dan staff mobility; (2) pengembangan program pendidikan bilingual di beberapa program studi; (3) peningkatan investasi dalam penelitian yang berfokus pada sustainable development goals (SDGs); dan (4) pembangunan international office yang dedicated untuk mengelola hubungan akademik global.
Tantangan dan Komitmen Berkelanjutan
Meskipun pencapaiannya gemilang, Unit Cendekia Kampus masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan engagement mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan inovasi. Data menunjukkan bahwa hanya 32 persen mahasiswa yang aktif terlibat dalam proyek penelitian dosen.
“Kami sedang mengembangkan program mahasiswa peneliti (student researcher program) yang memberikan beasiswa dan bimbingan intensif kepada mahasiswa yang tertarik melakukan penelitian. Harapannya, dalam dua tahun ke depan, persentase ini bisa meningkat menjadi 50 persen,” ujar Dr. Andi Wijaya.
Tantangan lainnya adalah diversifikasi sumber pembiayaan. Meski Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan komitmen investasi, masih diperlukan dukungan lebih besar dari industri dan filantropi untuk memastikan keberlanjutan peningkatan mutu.
Penutup
Pencapaian akreditasi A oleh Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya merupakan bukti nyata dari transformasi akademik yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Melalui investasi strategis dalam infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, digitalisasi pembelajaran, dan penguatan riset, kampus ini telah membuktikan komitmennya terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Namun, seperti yang ditegaskan oleh para pemimpin institusi, perjalanan menuju keunggulan akademik adalah proses yang berkelanjutan. Unit Cendekia Kampus tetap berkomitmen untuk terus berinovasi, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat dan bangsa. Dengan momentum ini, tidak mustahil bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya akan menjadi institusi pendidikan tinggi yang diakui secara internasional dan menjadi kebanggaan Sulawesi Tenggara.
—
Berita ini ditulis berdasarkan pengumuman resmi BAN-PT dan wawancara dengan pihak manajemen Universitas Mandala Waluya pada 11-13 April 2026.