KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Cendekia Kampus yang berlokasi di Kendari, terus membuktikan komitmennya sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi hijau. Dalam perkembangan terbaru yang mencengangkan, sebuah tim kolaboratif yang terdiri dari dosen dan mahasiswa program studi Teknik Lingkungan berhasil menciptakan sistem inovatif pengolahan air limbah berbasis mikroalga yang diprediksi mampu mengurangi pencemaran air hingga 85 persen.
Penelitian yang dimulai sejak Januari 2025 ini telah memasuki fase pengujian lapangan skala menengah dan menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Teknologi bernama “AquaMicro Smart System” ini dirancang khusus untuk menjawab permasalahan pencemaran air limbah industri dan domestik yang semakin memprihatinkan di Kendari dan sekitarnya.
Latar Belakang Penelitian yang Strategis
Kendari, sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan limbah cair. Dengan pertumbuhan industri yang pesat dan meningkatnya populasi penduduk, produksi air limbah terus meningkat. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari menunjukkan bahwa lebih dari 60 persen limbah domestik tidak terolah dengan optimal sebelum dibuang ke sungai-sungai utama.
Permasalahan ini menjadi pemicu utama bagi Dr. Samsul Bahri, M.Eng., selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Unit Cendekia Kampus, untuk mengarahkan penelitiannya ke arah teknologi yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara ekonomis. Mikroalga, organisme sederhana yang telah lama diteliti secara internasional, dipilih sebagai fokus utama karena kemampuannya menyerap nutrient berlebih dan logam berat dari air limbah.
“Kami memulai riset ini dari observasi mendalam terhadap kondisi lingkungan Kendari. Limbah organik dan anorganik yang terakumulasi menciptakan masalah serius bagi ekosistem air tawar dan ekosistem pesisir. Pada saat bersamaan, saya melihat potensi besar dalam pemanfaatan mikroalga sebagai solusi berkelanjutan yang tidak hanya membersihkan air, tetapi juga bisa menghasilkan produk sampingan bermanfaat,” ungkap Dr. Samsul Bahri dalam wawancara eksklusif di laboratorium Unit Cendekia Kampus pada tanggal 25 Maret 2026.
Metodologi dan Proses Penelitian yang Komprehensif
Penelitian ini melibatkan lebih dari 25 mahasiswa dari berbagai angkatan, mulai dari mahasiswa tingkat akhir hingga peneliti junior yang berdedikasi. Mereka bekerja sama dengan lima dosen senior dari Universitas Mandala Waluya serta berkolaborasi dengan Balai Riset Teknologi Lingkungan Makassar.
Proses penelitian dimulai dengan fase identifikasi dan isolasi strain mikroalga lokal yang paling efektif dalam menyerap nutrien limbah. Tim melakukan pengambilan sampel air dari 12 lokasi berbeda di Kendari, kemudian mengisolasi berbagai jenis mikroalga dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Dari hasil screening, ditemukan tiga strain unggul yang diidentifikasi sebagai spesies dari genus Chlorella dan Scenedesmus.
Selanjutnya, peneliti merancang sistem bioreaktor dengan konsep plug-flow yang memungkinkan air limbah mengalir melalui serangkaian chamber yang dihuni oleh mikroalga. Desain ini inovatif karena menggabungkan prinsip photobioreactor modern dengan sistem sederhana yang mudah diimplementasikan bahkan di daerah dengan keterbatasan teknologi.
“Kami tidak ingin membuat teknologi yang rumit dan mahal. Filosofi kami adalah menciptakan solusi yang scalable, terjangkau, dan bisa diadopsi oleh komunitas lokal. Itulah mengapa kami menggunakan material-material yang tersedia di pasar lokal Kendari,” jelas Mahasiswa S2, Hafidzah Ramadhani, 26 tahun, yang menjadi ketua tim penelitian ini.
Hasil Penelitian yang Mengesankan
Data dari fase pengujian menunjukkan performa yang luar biasa. Sistem AquaMicro Smart System terbukti mampu menurunkan konsentrasi nitrogen dari limbah sebesar 87 persen, fosfor sebesar 82 persen, dan mengurangi Chemical Oxygen Demand (COD) hingga 85 persen. Keunggulan lain adalah sistem ini hanya memerlukan lahan relatif sempit — sekitar 200 meter persegi untuk mengolah limbah dari satu industri kecil hingga menengah.
Selain fungsi utamanya sebagai pengolah limbah, peneliti menemukan bahwa biomassa mikroalga hasil proses dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik berkualitas tinggi atau bahkan sebagai suplemen pakan ternak. Ini membuka peluang ekonomi sirkular yang menarik bagi masyarakat lokal.
“Kami telah menguji produk pupuk organik dari biomassa sisa pada tanaman cabai dan tomat di green house milik Politeknik Pertanian Kendari. Hasilnya, tanaman mengalami peningkatan produktivitas sebesar 35 persen tanpa menambah dosis pestisida. Ini menunjukkan bahwa limbah bisa benar-benar menjadi sumber daya jika dikelola dengan teknologi yang tepat,” tutur Prof. Dr. Andi Mahendra Putra, Ph.D., Rektor Universitas Mandala Waluya, yang menghadiri presentasi hasil penelitian pada 1 April 2026.
Dukungan Institusional dan Pendanaan
Penelitian ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan Universitas Mandala Waluya. Berdasarkan catatan administratif yang diakses, penelitian telah mendapatkan pendanaan sebesar 850 juta rupiah dari Dana Penelitian Internal Universitas, ditambah 320 juta rupiah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melalui skema Hibah Penelitian Terapan Unggulan.
“Unit Cendekia Kampus adalah representasi nyata dari visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi pusat inovasi teknologi hijau di kawasan timur Indonesia. Penelitian seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan dosen kami tidak hanya akademisi, tetapi juga innovator yang peduli pada permasalahan lingkungan nyata,” papar Dr. Irfan Sulaeman, M.Si., Direktur Unit Cendekia Kampus, dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada 2 April 2026.
Implementasi Lapangan dan Kemitraan Strategis
Fase selanjutnya dari penelitian ini adalah implementasi skala pilot di lapangan. Universitas Mandala Waluya telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina Upstram Technology and Energy Services (PUTES) untuk menempatkan sistem ini di salah satu fasilitas pengolahan limbah mereka di Kendari. Kesepakatan ini ditandatangani pada 20 Februari 2026 dan direncanakan akan beroperasi penuh pada kuartal ketiga 2026.
Selain itu, Unit Cendekia Kampus juga menginisiasi program transfer teknologi kepada kelompok UMKM pengolahan hasil laut lokal yang selama ini kesulitan mengelola limbah organik mereka. Program pelatihan gratis telah dijadwalkan mulai bulan Mei 2026 dengan target melatih 50 operator dari berbagai industri kecil.
“Kolaborasi dengan universitas memberikan kami kepercayaan bahwa teknologi ini proven dan sustainable. Kami sudah melakukan visitasi ke laboratorium Unit Cendekia dan melihat langsung bagaimana sistem bekerja. Ini adalah game-changer untuk manajemen limbah kami,” ungkap Budi Hartono, 48 tahun, Direktur Operasional PT Amanah Bahari, perusahaan pengolahan udang beku terkemuka di Kendari.
Penghargaan dan Pengakuan Nasional
Prestasi penelitian ini tidak luput dari perhatian lembaga penelitian nasional. Pada bulan Maret 2026, tim penelitian menerima penghargaan “Best Innovation in Environmental Technology” dari Forum Inovasi Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta. Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian terhadap originalitas, kelayakan teknis, dan potensi dampak sosial dari teknologi yang dikembangkan.
Lebih lanjut, hasil penelitian telah dipublikasikan dalam tiga jurnal internasional terkemuka: Journal of Environmental Engineering, Environmental Technology Letters, dan Applied Microbiology and Biotechnology. Publikasi ini memperkuat posisi Universitas Mandala Waluya sebagai institusi penelitian yang berkontribusi pada diskursus global tentang teknologi lingkungan berkelanjutan.
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Potensial
Penelitian ini diproyeksikan membawa dampak signifikan bagi ekonomi lokal dan lingkungan Kendari. Dengan mengadopsi teknologi AquaMicro Smart System, industri dapat menekan biaya operasional pengolahan limbah hingga 40 persen dibandingkan dengan sistem konvensional. Biaya investasi awal diperkirakan 150 juta rupiah untuk kapasitas 50 kubik per hari, jauh lebih terjangkau dari teknologi impor yang biasanya mencapai 500 juta hingga 1 miliar rupiah.
Dari sisi lingkungan, jika teknologi ini diadopsi oleh minimal 30 industri di Kendari, diproyeksikan dapat mengurangi beban polutan ke sungai-sungai lokal sebesar 45 persen. Ini akan meningkatkan kualitas air baku yang digunakan untuk air minum dan irigasi pertanian.
Secara sosial, penelitian ini telah membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian berbasis problem-solving yang relevan dengan kehidupan masyarakat. Bagi peneliti muda seperti Hafidzah Ramadhani, pengalaman ini bukan sekadar penelitian akademis, tetapi pembelajaran tentang tanggung jawab sosial ilmuwan.
“Sejak terlibat dalam penelitian ini, perspektif saya tentang pendidikan tinggi berubah total. Saya menyadari bahwa penelitian terbaik adalah yang mampu mengubah kehidupan nyata masyarakat. Setiap kali saya melihat hasil uji coba yang positif, motivasi saya untuk melanjutkan ke jenjang penelitian lebih lanjut semakin kuat,” katanya dengan penuh semangat.
Tantangan dan Rencana Pengembangan Lanjutan
Meski hasil penelitian sangat positif, tim peneliti juga jujur mengakui beberapa tantangan yang masih perlu diatasi. Salah satunya adalah optimalisasi sistem untuk menangani limbah dengan karakteristik kimia yang sangat bervariasi. Selain itu, diperlukan studi lebih lanjut tentang viabilitas ekonomi dalam jangka panjang, termasuk bagaimana pengelolaan biomassa hasil samping dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
“Kami akan terus melakukan riset untuk memaksimalkan potensi teknologi ini. Tahun depan, kami merencanakan penelitian lanjutan tentang integrasi sistem AquaMicro dengan teknologi energi terbarukan seperti panel surya, sehingga sistem menjadi fully sustainable,” ungkap Dr. Samsul Bahri pada kesempatan yang sama.
Tim juga berencana mengajukan paten untuk teknologi ini pada kuartal ketiga tahun 2026 guna melindungi hak intelektual penelitian dan memudahkan proses komersialisasi di masa depan.
Kesimpulan
Penelitian inovatif yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya merepresentasikan semangat akademik yang tidak hanya terfokus pada publikasi, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Teknologi AquaMicro Smart System adalah bukti nyata bahwa inovasi besar bisa lahir dari universitas di daerah, asalkan ada komitmen, riset yang solid, dan visi yang jelas.
Dengan penetrasi teknologi ini ke sektor industri dan komunitas lokal, Kendari memiliki potensi untuk menjadi model kota dalam pengelolaan limbah yang sustainable di Indonesia timur. Terlebih lagi, kesuksesan ini membuka peluang bagi universitas-universitas lain di kawasan untuk mengembangkan inovasi serupa yang disesuaikan dengan konteks lokal mereka.
Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya telah membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi, ketika diarahkan dengan bijak dan compassionate, bisa menjadi solusi atas tantangan lingkungan yang semakin kompleks. Perjalanan penelitian baru saja dimulai, dan prospek teknologi ini untuk masa depan Kendari sangat cerah.
—
Ditulis oleh: Tim Jurnalisme Kampus
Diterbitkan: 3 April 2026
Sumber: Wawancara langsung dengan narasumber, dokumen resmi Unit Cendekia Kampus Universitas Mandala Waluya